BaytalfathMediaBerita.Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyerang sebuah kapal dagang berbendera Iran di wilayah perairan Selat Hormuz dan Laut Makran, Oman, pada tadi malam. Insiden tersebut menyebabkan kapal mengalami kebakaran, 10 pelaut terluka, dan lima awak kapal lainnya masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, tim penyelamat lokal bersama kelompok pencarian masih berupaya menemukan lima awak kapal lainnya yang belum diketahui keberadaannya.
CENTCOM Klaim Lakukan Blokade terhadap Iran
Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) memberikan pernyataan terkait operasi tersebut. Dalam unggahan di platform X, CENTCOM mengklaim bahwa pasukan AS melakukan pemblokiran terhadap kapal-kapal yang diduga terkait pengangkutan minyak Iran.
CENTCOM menyebut kapal-kapal komersial tersebut memiliki kapasitas besar untuk mengangkut minyak Iran.
“Kapal-kapal komersial ini memiliki kapasitas untuk mengangkut lebih dari 166 juta barel minyak Iran senilai sekitar USD13 miliar,” tulis CENTCOM dalam unggahan resminya.
Pernyataan itu memicu perhatian internasional karena ketegangan di kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Iran Dilaporkan Sita Kapal Tanker Ocean Koi
Dalam perkembangan lain, kapal tanker minyak Ocean Koi dilaporkan telah dikawal menuju pantai selatan Iran setelah disita oleh pihak Iran di Teluk Oman.
Laporan tersebut disampaikan Al Jazeera dan dikutip kembali oleh kantor berita Fars. Disebutkan bahwa pasukan ranger dan marinir Angkatan Laut Iran melakukan operasi penyitaan terhadap kapal tanker tersebut karena dianggap melanggar aturan maritim.
“Dalam operasi ini, pasukan ranger dan marinir Angkatan Laut Iran mengarahkan kapal tanker yang melanggar aturan tersebut ke pantai selatan negara itu,” lapor kantor berita Fars.
Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Memanas
Insiden ini menambah panjang daftar ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai identitas lengkap para awak kapal yang hilang maupun perkembangan terbaru terkait kondisi kapal dagang Iran tersebut.